TOP NEWS

PERHATIAN.--- Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, blog ini dalam tahap perubahan tampilan. Harap maklum, Terima kasih.

Rabu, 02 Maret 2011

Tari Gambyong (Jawa Tengah)


Tari Gambyong merupakan suatu tarian yang disajikan untuk menyambut tamu atau mengawali suatu resepsi perkawinan. Ciri khas, selalu dibuka dengan gendhing Pangkur. Tariannya terlihat indah dan elok apabila si penari mampu menyelaraskan gerak dengan irama kendang dan gending.

Instrumen      : gender, kendang, kenong, kempul, dan gong

Perkembangan : Awal mula istilah Gambying tampaknya berawal dari nama seorang penari taledhek.
Penari yang bernama Gambyong ini hidup pada zaman Sunan Paku Buwana IV di Surakarta.
Penari ini juga dsiebutkan dalam buku "Cariyos Lelampahanipun" karya Suwargi R.Ng. Ronggowarsito (1803-1873) yang mengungkapkan adanya penari ledhek yang bernama Gambyong yang memiliki kemnahiran dalam menari dan kemerduan  dalam suara sehingga menjadi pujaan kaum muda pada zaman itu.

Gerak tari
Koreografi tari Gambyong sebagian besar berpusat pada penggunaan gerak kaki, tubuh, lengan
dan kepala. Gerak kepala dan tangan yang halus dan terkendali merupakan spesifikasi
dalam tari Gambyong. Arah pandangan mata yang bergerak mengikuti arah gerak tangan dengan memandang  jari-jari tangan ,menjadikan faktor dominan gerak-gerak tangan dalam ekspresi tari Gambyong. Gerak kaki pada saat sikap beridiri dan berjalan mempunyai korelasi yang harmonis.
Sebagai contoh , pada gerak srisig (berdiri dengan jinjit dan langkah-langkah kecil),
nacah miring (kaki kiri bergerak ke samping, bergantian atau disusul kaki kanan
diletakkan di depan kaki kiri, kengser (gerak kaki ke samping dengan cara bergeser/posisi telapak
kaki tetap merapat ke lanati). Gerak kaki yang spsifik pada tari Gambyong adalah gerak embat
atau entrag, yaitu posisi lutut yang membuka karena mendhak bergerak ke bawah dan ke atas.
Penggarapan pola lantai pada tari Gambyong dilakukan pada peralihan rangklaian gerak,
yaitu pada saat transisi rangkaian gerak satu dengan rangkaian gerak berikutnya.
Sedangkan perpindahan posisi penari biasanya dilakukan pada gerak penghubung, yaitu srisig, singket ukel karana, kengser, dan nacah miring. Selain itu dilakukan pada rangkaian gerak berjalan
(sekaran mlaku) ataupun gerak di tempat (sekaran mandheg).

10 komentar:

  1. hi gan... salam kenal. info tariannya bagus. boleh sy kutip sedikit ya artikelnya.

    BalasHapus
  2. terima kasih kunjungannya :D

    -boleh saja, yg penting cantumin source,nya ya :D

    BalasHapus
  3. Mnambah wawasan tp kurang d bhas ttg keunikan tarinya it sndri*jutmotivation:)

    BalasHapus
  4. @tiara kusnia dewi
    Terima kasih kunjungannya,, terima kasih juga atas saran anda,,,:D

    BalasHapus
  5. maaf mau nanya,, ini tarian tunggal atau berpasangan atau kelompok??
    mohon dijawab, thanks =)

    BalasHapus
  6. @Nadya : gw nunpang ngejawab pertanyaan lo...
    Klo tari gambyong itu tari tunggal dan penasinya perempuan

    BalasHapus
  7. Klo tata busananya kaya gimana???

    BalasHapus
  8. izin copy untuk bahan ajar apresiasi tari Nusantara, boleh?

    BalasHapus
  9. @Fuad Hariz tapi bisa juga tari berpasangan dan kelompok.
    #ikut_jawab soalnya aku pernah bawain tarian itu waktu kakk kls wisuda, berkelompok.dan pernah ikut lomba tari gambyong juga, berpasangan

    BalasHapus